Apa Itu Broken Home?

divorce-870x300

Terlahir dari keluarga yang tak utuh bukanlah keinginan setiap anak didunia ini. Melihat orangtua yang terus-terusan bertengkar akan membuat kondisi sikis anak akan menjadi terguncang. Kata-kata cerai atau pisah itulah yang merupakan awal dari ketakutan terbesar sang anak. Menjadi ‘Anak Broken Home’ merupakan mimpi buruk setiap anak.

Anak broken home adalah anak dari hasil kegagalan rumah tangga atau seorang anak yang memiliki keluarga tidak harmonis. University of New Hampshire Cooperative Extension telah menjelaskan bahwa efek dari keluarga yang tidak harmonis untuk perkembangan anak tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia seorang anak pada saat orangtuanya bercerai, kepribadian anak dan hubungan di dalam keluarga.

Meskipun balita atau anak-anak yang masih sangat kecil mungkin tidak akan mengalami efek perkembangan yang terlalu negatif, justru anak-anak yang orangtuanya bercerai saat mereka sudah memasuki usia sekolah atau bahkan remaja yang akan mungkin mengalami beberapa masalah dalam fungsi sosial, emosional dan pendidikan mereka.

Perceraian

1-27

Banyak para orangtua yang memiliki konflik dalam rumah tangganya dan memilih untuk bercerai sebagai solusi yang paling baik dalam mengakhiri konflik dalam keluarganya, namun hal tersebut membuat mereka secara tak sengaja menjadikan anak-anak mereka menjadi korban dari keputusan yang mereka ambil.

Tak bisa di pungkiri memang, bahwa keluarga adalah tempat pembentukan karakter yang pertama dan utama bagi setiap anak. Sehingga baik buruknya perilaku anak akan lebih banyak dipengaruhi oleh hasil didikan orang tuanya. Namun bagi anak yang terlahir dari keluarga broken home hal tersebut merupakan hal yang mustahil mereka dapatkan.

Kebanyakan anak yang terlahir dari keluarga yang broken home mereka akan lebih cepat dewasa dengan banyaknya masalah yang mereka alami dan kewajiban mereka yang harus menyelesaikan masalah itu sendiri tanpa adanya dampingan dari kedua orang tua mereka. Sebab hal itu lah yang membuat anak-anak yang broken home menjadi lebih mandiri.

Dampak yang Dirasakan Bagi Anak Broken Home adalah:

Kekurangan kasih sayang

Orangtua yang mengalami keretakan rumah tangga cenderung akan mengutamakan keegoisannya masing-masing sehingga mereka lupa akan kewajiban yang harus mereka penuhi terhadap anak meraka dan perhatian terhadap anak lah yana akan menjadi korbanya. Meski sebagian orang tua yang mengalami broken home mengetahui apa yang seharusnya ia berikan kepada anaknya, namun karena ego terhadap pasangan ia menjadi enggan melakukannya.

Rentan menderita gangguan psikis

Perpisahan kedua orang tua membuat kondisi psikis anak mengalami gangguan, contohnya seperti selalu merasa cemas, mengalami ketakutan, selalu merasa bersalah dan terjepit disituasi dimana mereka harus memilih antara kedua orang tuanya (ayah atau ibu).

Membenci orang tuanya

Dengan kondisi mental yang masih sangat labil, seorang anak bisa jadi akan membenci ayah, ibu atau bahkan kedua orang tuanya saat terjadi broken home. Ia belum bisa memahami dan menerima apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga ia akan menganggap semua yang terjadi adalah kesalahan salah satu atau kedua orang tuanya.

Permasalahan moral

Ketika seorang anak yang sedang berada pada masa perkembangannya selalu dihadapkan pada pertengkaran-pertengkaran orang tua mereka, maka secara tidak langsung akan membentuk kepribadiannya menjadi keras dan kasar. Seiring berjalannya waktu, ia juga akan terbiasa melakukan tindakan-tindakan seperti apa yang sering ia lihat dari orang tuanya ketika mereka bertengkar, seperti berlaku kasar, temperamental, bertindak sebagai trouble maker di kelas maupun teman sepermainan, bersikap acuh tak acuh, memberontak, berperilaku tidak sopan kepada orang yang lebih tua dan lain sebagainya.

Mudah mendapat pengaruh buruk lingkungan

Saat rumah tak lagi menjadi tempat yang aman dan nyaman, seorang anak cenderung akan mencari tempat lain untuk saling berbagi maupun menghibur diri. Pada kondisi seperti ini, biasanya lingkungan teman sepermainan sering menjadi tujuan mereka.

Nah apabila lingkungan yang mereka pilih adalah lingkungan yang tidak baik, maka hal tersebut akan dapat dengan mudah untuk mempengaruhi seorang anak akan melakukan hal-hal yang menyimpang. Contonya saja mereka akan nekat mencoba hal-hal baru seperti mencoba merokok, berjudi, minum minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang dan bahkan melakukan seks bebas.

Tidak mudah mempercayai orang

Tak sedikit dari anak broken home akan cenderung menutup diri mereka, bahkan mereka akan selalu merasa rendah diri. Dengan kurangnya perhatian dari orang tua, menjadikan mereka tidak terbiasa untuk mengekpos diri atau sekedar berbagi cerita kepada orang lain, mereka takut jika teman-temannya tahu keadaan keluarganya yang berantakan dan membuat mereka khawatir teman-temannya akan mengucilkannya.

Tidak berprestasi

Kondisi rumah yang tak lagi kondusif untuk belajar atau karena tidak adanya support orang sekitar yang membuatnya merasa tidak ada yang harus dibanggakan sehingga tidak perlu susah payah untuk mengukir prestasi. Hal ini tentu saja berbeda dengan anak-anak yang berasal dari keluarga utuh yang cenderung memiliki motivasi lebih tinggi dari mereka.

Minimnya pendidikan agama

Umumnya anak-anak akan di beri pondasi agama dari sejak dini, akan tetapi bagi anak-anak keluarga broken home tersebut seringkali kehilangan kesempatan itu. Orang tua yang seharusnya menjadi sekolah agama pertama bagi mereke ternyata tidak menjalankan peran mereka sebagaimana mestinya. Dan membuat sang anak minim akannya nilai-nilai agama, maka akan sangat mungkin jika nantinya mereka akan kesulitan dalam menyikapi berbagai permasalahan akibat tidak dibekali pedoman hidup yang bisa mengarahkannya.

Dampak yang terjadi diatas tentunya dapat diatasi dan berikut ini adalah cara mengatasinya:

Mengatasi Dampak Broken Home pada Anak

Namun jika memang broken home telah menimpa keluarga kita dan melibatkan anak-anak, maka ada baiknya jika kita segera melakukan pendekatan kepada mereka untuk mengurangi dampak yang lebih lanjut dan yang tidak diinginkan. Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah:

  • Segera menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab broken home
  • Memperbaiki serta menjaga komunikasi terhadap anak agar tetap lancar dan kondusif
  • Berusaha membuat mereka nyaman sehingga anak bisa lebih terbuka mengenai segala sesuatu yang sedang ia rasakan atau alami
  • Meminta maaf kepada mereka dan menjelaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi
  • Menjelaskan bahwa keadaan tersebut bukan salahnya sehingga ia tidak merasa serba salah
  • Memberi pengertian bahwa ia akan tetap baik-baik saja meski orang tuanya tidak lagi bersama
  • Tidak membatasi pertemuan anak dengan ayah/ibunya
  • Mulai mengarahkannya kepada perilaku-perilaku positif secara perlahan
  • Memberikan pendidikan agama sebagai dasar perilaku normatif
  • Mengisi kegiatan luang mereka dengan hal-hal baru yang produktif dan menyenangkan agar dapat tersalurkan bakatnya
  • Memilihkan lingkungan sekolah maupun keseharian yang baik bagi anak serta mengawasi pergaulan mereka dengan sebaik-baiknya
  • Meminta pertolongan psikolog anak jika dianggap perlu

Itu tadi adalah beberapa hal yang akan terjadi bagi anak-anak korban dari broken home.