Kenali Sindrom Asperger Lebih Dalam

asperger-800x300

Sindrom Asperger, mungkin sebagian dari kalian masih asing dengan kata yang satu ini. Bahkan mungkin ada dari kalian yang sama sekali tidak tahu Sindrom Asperger itu apa. Berikut ini mimin akan mengulas semua tentang Sinndrom yang satu ini:

Sindrom Asperger

th-1-14

Sindrom ini merupakan gangguan neurobiologi yang masih termasuk dalam spektrum austisme. Pertama kali ditemukan pada tahun 1944 oleh dokter anak asal Austria bernama Hans Asperger. Namun, dari sebelum tahun 1981, sindrom ini sudah mulai dipublikasikan luas. Pada tahun 1994, American Psychiatric Association (Asosiasi Psikiater Amerika) menambahkan sindrom Asperger dalam buku referensi diagnostik mereka yang berjudul “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders”.

Kondisi ini umumnya dimulai pada anak usia dini, tapi kebanyakan pasien tidak terdiagnosis sampai mereka mulai mengalami kesulitan di sekolah atau tempat kerja. Bahkan, banyak orang dewasa hanya didiagnosis dengan kondisi ketika mereka mencari bantuan untuk kondisi terkait lainnya, seperti kecemasan dan depresi.

Gangguan yang satu ini diperkirakan diderita pada 1 dari 88 anak. Sindrom Asperger adalah di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Setiap anak penyandang asperger bisa memiliki gejala yang berbeda-beda, sehingga tidak ada daftar pasti tentang gejala apa saja untuk mendiagnosis gangguan ini. Itu sebabnya diperlukan pemeriksaan mendalam oleh dokter anak, dokter kesehatan jiwa atau psikolog, untuk memastikannya.

Namun berikut ini adalah “gejala” yang paling umum dari sindrom asperger, yang dapat kita ketahui:

Perasaan Mendalam pada Satu Aktivitas
Umumnya anak yang menyandang sindrom asperger hanya akan tertarik pada satu atau dua topik khusus dan mengumpulkan banyak informasi tentang topik itu. Mereka pun bisa punya pengetahuan yang banyak tentang topik itu, misalnya kendaraan berat, sepak bola, astronomi dan sebagainya.

Bicara seperti “Profesor”
Mereka cenderung punya kemampuan verbal yang baik, akan tetapi karena ada aspek sindrom austisme, mereka hanya mau membicarakan topik kesukaannya saja sepanjang waktu. Anak penyandang asperger juga biasanya bicara lebih formal dibanding anak seusianya dan lebih suka ngobrol dengan orang dewasa.

Tak Bisa Membaca “Kebiasaan Sosial”
Ciri utama bagi penyandang sindrom ini adalah kesulitan dalam kehidupan sosial. Mereka cenderung sulit membaca bahasa tubuh, ekspresi wajah atau memulai percakapan dua arah. Ciri lainnya adalah tidak sabaran, tidak bisa membedakan mana yang humor atau bercanda dan sulit menerima pendapat berbeda. Karena kesulitannya ini anak penyandang asperger juga sering terisolasi dari pergaulan.

Butuh Rutinitas
Anak-anak penyandang asperger butuh rutinitas harian. Tanpa rutinitas, mereka akan kebingungan atau tak bisa mengontrol emosinya jika ada yang tidak teratur. Mereka juga harus diberitahu sejak jauh-jauh hari jika orangtua ingin mengajaknya bepergian atau melakukan aktivitas di luar rutinitasnya.

Kurang Empati
Berikut ini adalah gejala yang paling umum lainnya dari sindrom ini yaitu kurangnya rasa empati pada orang lain. Mereka bisa memotong pembicaraan orang lain atau memberi komentar yang tidak relevan, serta bermasalah dengan intonasi suara.

Perkembangan Motorik Terlambat
Beberapa ciri perkembangan motorik pada sindrom ini misalnya sulit menulis dengan rapi, tidak bisa naik sepeda dan tidak suka melakukan kegiatan olahraga.

Sensitif
Kebanyakan anak penyandang sindrom asperger sensoriknya sangat sensitif. Akibatnya mereka dengan mudah terstimulasi oleh sensasi tertentu, misalnya suara keras, cahaya lampu atau pun tekstur yang kasar.

Tidak ada asap jika tidak ada api dan begitu pula bagi penyakit, setiap penyakit tentunya memiliki penyebab. Tidak mungkin penyakit datang dengan cara tiba-tiba tentunya ada yang menjadi penyebabnya. Nah berikut ini adalah penyebab Sindrom Asperger.

Penyebab Sindrom Asperger

Saat ini penyebab pasti atau penyebab sindrom Asperger belum teridentifikasi, akan tetapi para ahli meyakini bahwa kelainan pada otak berpengaruh besar dalam perkembangannya. Para ilmuwan telah menemukan bahwa anak-anak dengan sindrom Asperger memiliki otak dengan perbedaan fungsional dan struktural pada daerah tertentu. Ada kemungkinan bahwa perbedaan tersebut terbentuk selama perkembangan janin.

Tak hanya itu saja, para ahli juga percaya bahwa kondisi ini dikarenakan turun-temurun, karena banyak pasien yang dirawat karena riwayat keluarga yang memiliki sindrom Asperger. Namun, para ilmuwan belum mengidentifikasi gen khusus yang berperan penting pada kondisi tersebut.

Cara Mengobati

1-25

Pengobatan untuk sindrom Asperger sebagian besar terdiri dari kombinasi beberapa jenis terapi, yang tergantung pada gejala yang ditunjukan oleh pasien. Beberapa pengobatan yang paling umum digunakan dalam menangani pasien sindrom asperger adalah:

  • Pertama ada terapi bicara, fisik atau terapi okupasi. Terapi ini bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada pasien.
  • Kemudian juga bisa melakukan terapi keterampilan sosial. Terapi ini fokus pada pengembangan kemampuan pasien untuk bersosialisasi dengan orang lain dan memahami berbagai bentuk komunikasi non-verbal.
  • Tak hanya itu saja, ada juga terapi Perilaku. Terapi ini dilakukan untuk mengatasi perilaku yang tidak diinginkan dan mengubahnya menjadi perilaku positif.
  • Kemudian yang paling penting adalah Pendidikan Khusus. Pasien dengan Sindrom Asperger biasanya tidak dapat mengikuti pendidikan normal. Dengan demikian, pendidikan khusus sering disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus pendidikan mereka.

Moms, ketahui kebiasaan anak kalian dari sejak dini, sehingga kalian bisa mewas-was apakah anak kalian termasuk kedalam salah satu gejala sindrom ini.